Agar Umrah Sah dan Tenang, ini Rukun yang Wajib ditaati Jamaah
Rukun umrah adalah inti dari seluruh rangkaian ibadah umrah. Setiap rukun harus dilaksanakan secara benar dan berurutan. Jika salah satu rukun ditinggalkan, maka umrah tidak sah. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang rukun umrah menjadi bekal penting bagi setiap jamaah.
1. Ihram
Ihram adalah niat memulai ibadah umrah yang dilakukan dari miqat. Ihram bukan hanya mengenakan pakaian khusus, melainkan memasuki keadaan ibadah yang mengikat jamaah dengan aturan tertentu. Niat ihram menandai dimulainya seluruh rangkaian umrah dan menjadi pondasi sahnya ibadah.
2. Tawaf
Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dengan Ka’bah berada di sebelah kiri, dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad. Tawaf merupakan pusat ibadah umrah yang melambangkan ketundukan dan orientasi hidup seorang muslim kepada Allah.
3. Sa’i
Sa’i adalah berjalan antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali, dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah. Ibadah ini meneladani perjuangan Siti Hajar dan mengajarkan nilai ikhtiar, kesabaran, serta tawakal dalam menghadapi ujian kehidupan.
4. Tahallul
Tahallul adalah mencukur atau memotong sebagian rambut sebagai tanda keluar dari keadaan ihram. Dengan tahallul, rangkaian rukun umrah dinyatakan selesai dan jamaah kembali pada keadaan halal seperti semula.
5. Tertib
Tertib berarti melaksanakan seluruh rukun umrah secara berurutan, dimulai dari ihram hingga tahallul. Urutan ini tidak boleh dibolak-balik karena menjadi syarat sahnya umrah.
Dengan memahami rukun umrah beserta larangannya, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, yakin, dan sesuai tuntunan. Ilmu yang cukup akan membantu menjaga keabsahan umrah sekaligus menghadirkan kekhusyukan dalam setiap rangkaian ibadah.